Belajar dari Negara Ipin Upin

Meminjam istilah syahrini, sesuatu banget bsa di beri kesemapatan untuk bisa mengunjungi negeri jiran. setelah sekian lama di rencanakan, akhrinya kesampaian juga untuk ke Malaysia. Negara yang merupakan salah satu tujuan indonesia mengirimkan tenaga kerja, terlepas dari suka duka para TKI dan fenomenanya, peluang ini merupakan tambahan devisa indonesia.

Berangakat ke malaysia tanggal 10 Januari 2012 dan kembali lagi tanggal 15 Januari 2012 bukanlah merupakan waktu yang lama, namun dari singkatny waktu disana, ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dan kita bangkitkan lagi.

Ketaatan Kepada Pemimpin.
Setibanya di Malaysia, sepanjang perjalanan dari Kuala Lumpur International Airport atau biasa di singkat KLIA, terpajang bendera malaysia dan bendera yang khas. Ketika saya konfirmasi ternyata bendera yang satunya itu adalah bendera kesultanan, masing-masing kesultanan memiliki bendera dengan kombinasi warna yang berbeda.

Sesampai di kawasan johor, ada tulisan yang besar dan terapat di beberapa bangunan dan tempat strategis, layaknya iklan yang di pasang di pinggir jalan. Tulisan itu bertuliskan “Daulat Tuanku”, setelah beberpa saat, saya ketahui bahwa maksud dari tulisan itu adalah bahwa kesultanan akan berulang tahun, namun saya tidak bertanya tanggal berapa. Paparan tulisan itu menunjukkan bahwa rakyat malaysia sangat patuh kepada sultannya atau pemerintahnya.

Hal lain yang menunjukkan dukungan kepada pemerintah adalah pengalaman ketika khutbah sholat jumaat. Terlepas dari isinya yang “hanya” membahas kepatuhan berlalu lintas, pada khutbah kedua, ketika berdoa sang khatib mendoakan sultan, raja mereka di berikan keselamatan dan diberikan kemampuan untuk memimpin negera dengan baik. Doanya tidak sebatas  pada siltan saja tapi pada keluarga dan keturunannya. Doa dilanjutkan dengan mendoakan agar negara malaysia menjadi negara yang aman dan damai.

Hal ini saya rasa bisa menjadi pelajaran bagi kita untuk selalu taat kepada pemimpin dan memberikan dukungan yang besar kepannya, meskipun mereka bukan pilihan kita disaat pemilihan umum. Tidak hanya mengkritisi kegagalan tapi berupaya memberikan solusi. tidak hanya bisa menghujat tapi juga mampu mendukung meski hanya lewat doa.

Kecintaan Produk Lokal
Mungkin karena saya tinggal di kawasan industri dan hanya sebagian kecil dari negara malaysia. Tetapi saya melihat masih banyak kendaraaan yang tergolong tidak mewah, dan entah itu kendaarn tahun berapa, tapi jika di indonesai itu meruapakn kendaraan yang sudah jarang di pakai. Kendaraan yang saya lihat tidak banyak kendaraan mewah, dan yang banyak di gunakan adalah mobil keluaran Proton, Mobil nasional malaysia. Selain itu ada juga Pro2 yang juga merupakan mobil nasional malaysia.

Kendaraan bermotorpun seperti itu, tidak banyak kendaraan keluaran jepang sepeti di indonesia, yang banyak di gunakan adalah motor kleuaran malysia sendri. Mungkin karena harganya lebih murah atau seperti apa, saya juga tidak tau.

Kecintaan tersebut bsa kita jadikan contoh, di tengah munculnya isu Mobil Nasional Esemka yang menunjukan bahwa indonesia mampu untuk membuat sendiri kendaraan, terlepas dar saat ini beberapa komponen masih beli dari luar. Namun jika di coba saya sangat yakin akan bsa berkembang pesat. Produk-produk tersebut untuk bisa sukses. tentu tidak lepas adri sokongan rakyat indonesia untuk menggunakan produk indonesia sendiri, sehingga tidak hanya tagline “Aku Cinta Produk Indonesia”.

Semoga ini bisa menginspirasi kita, menjadikan kita sadar akan pentingnya mendukung pemerintah sehingga pemerintah bsa berkonsentrai bekerja, tidak memikirkan hal lain yang kita ajukan sebagai peotes. Kecintaan pada produk lokal akan menentukan kelangsungan produk hasil negara sendiri, tanpa support kita saya yakin indonesia belum bisa menjadi negara yang mandiri dan bermartabat.

Semoga !!!

About Moerhadie

Berbagi, bikin hidup lebih berarti.

Posted on 17 Januari 2012, in Umum. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: