Iklan dan Pendidikan Masyarakat

Belakangan ini di media televisi kita di hiasi dengan iklan-iklan yang sangat menarik. Pengiklan selalu menghadirkan iklan yang “beda” dan kreatif. Tanpa hal itu sulit kiranya untuk membujuk hati masyarakat yang di tuju. Kehadiran iklan-iklan asing juga memicu persaingan iklan ini. Iklan asing cendrung lebih kreatif, dan bahkan cukup jauh dari apa yang di iklankan. Iklan tersebut juga banyak menampilkan segi seksualitas untuk menarik seperti misalnya iklan kopi, ban, bahkan pompa air menhgadirkan wanita seksi untuk membuat iklan itu menjadi menarik.

Iklan yang ingin saya soroti kali ini adalah iklan yang memberikan makna positif dan negatif bagi masyarakat. Iklan berikut saat ini sedang booming di kalangan masyarakat. Iklan salah satu provider besar di Indonesia

Dalam iklan tersebut ada bebrapa kali penyataan verbal pemeran dengan istilah “Ndeso”. Klo di artikan secara harfiah kata tersebut berarti “orang desa”, namun kata ndeso di gunakan sebagai bahan ejekan atau hinaan bagi orang yang kampungan dalam arti kata banyak tidak tau.
Sekilas, mugkin iklan ini tidak berpengaruh apa-apa bagi masayarkat karena bagi orang yang pertama melihat iklan ini yang muncul adalah bahwa iklan ini untuk humor semata.

Tapi bagaimana dengan anak-anak? yang notabene tidak tau arti Ndeso secara istilah?? tentu anak-anak akan meniru kata-kata ndeso itu dalam kehidupannya. Beberapa teman yang telah mempunyai anak atau di rumahnya ada anak kecil menceritakan kepada saya bahwa anaknya dan teman-teman seusianya sering saling ejek dengan kata tersebut. Hal ini menyedihkan bagi saya, karena di saat gencar-gencarnya dunia pendidikan kita mendengungkan pendidikan karakter, namun “pembunuhan” karakter itu justru hadir melalui dalam rumah kita.

Berikutnya, bandingkan dengan iklan susu formula berikut:

Iklan tersebut menurut saya sangat positif, iklan yang penuh dengan pesan membangun dan setiap baitnya memiliki makna yang dalam. Awal kemunculannya iklan ini menggunakan bahasa inggris, namun belakangan iklan ini di ganti dengan nahasa indonesia, mungkin untuk memudahkan masyarakat kita memahaminya. Apakah anak-anak memperhatikan iklan itu?? mungkin tidak banyak dari anak-anak yang terbagun semangatnya dari iklan tersebut karena kita memang jarang memperhatikan iklan jika iklan itu tidak “nyentrik”. Sudah menjadi kebiasaan jika sedang iklan kita akan mengganti channel.

Oleh karenanya, disitulah di butuhkan peran orang tua, peran kita semua untu memberikan pengarahan kepada anak-anak kita. Dan bagi LSI tentunya lebih memikirkan lagi iklan akan hal ini.

Semoga!

About Moerhadie

Berbagi, bikin hidup lebih berarti.

Posted on 27 Oktober 2011, in Humaniora. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. saya suku iklan susu tersebut, so inspiring for me….

    • saya juga sangat suka iklan2 yang menginspirasi, bahkan pernah iklan susu tersebut saya gunakan sebagai apersepsi pada saat menjadi nara sumber di acara pelatihan motivasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: