Pengalaman Mengurus Pindah Alamat

Bagi anda yang sedang atau berencana  mengurus pindah alamat, mungkin pengalaman saya ini bisa menjadi refrensi buat anda semua. Pindah alamat yang saya lakukan ini adalah pindah alamat anttar provinsi, untuk yang pindah alamat dalam provinsi mungkin birokrasinya akan lebih singkat.

Hal pertama yang harus di lakukan adalah meminta surat pengantar dari kelurahan tempat asal untuk mengurus surat keterangan pindah WNI yang nantinya akan di keluarkan oleh kantor catatan sipil kabupaten. Surat-surat pengantar tersebut nantinya akan di dapatkan di kelurahan dan akan di tandatangani oleh kepala desa dan  oleh camat. Setelah surat pengantar tersebut di dapatkan, selanjutnya serahkan ke kantor dinas kependudukan dan catatatan sipil kabupaten dan membayar uang administrasi Rp.10.000 dan menyerahkan pas foto 3×4 sejumlah 4 lembar. Setelah menunggu beberapa jam, surat keterangan pindah wni sejumlah 3 rangkap dan 1 lembar Data Penduduk Warga Negara Indonesia.

Begitu sampai di alamat tempat tujuan pindah, segeralah untuk di urus karena hanya berlaku selama 30 hari. Yang pertama di hubungi adalah Pak RT tempat yang di tuju, dan Pak RT akan memberikan surat pengantar mengurus pindah alamat yang nantinya di tujukan ke Pak Dukuh, tapi sebelumnya harus meminta persetujuan Pak RW dan di minta membayar uang administrasi sebesar Rp.5.000. Setelah itu serahkan surat pengantar ke pak dukuh, pak dukuh akan memebrikan surat permohonan menjadi penduduk sejumlah 3 lembar. Pak Dukuh juga akan memberikan formulir isian untuk mengurus KTP dan Kartu Keluarga.

Setelah itu bawa surat pengantar dan surat permohonan menjadi penduduk ke kantor desa, di kantor desa akan mendapatkan persetujuan oleh kepala desa. Selanjutnya surat di bawa ke kecamatan untuk mendapatkan persetujuan dari pak camat. Di kantor camat di kenakan biaya seikhlasnya, namun saat itu saya memberikan uang sejumlah Rp.10.000.

Surat yang telah di tandatangani oleh pak camat di bawa ke kantor kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten. Semua berkas di serahkan dan menyertakan pas foto 4×6 sebanyak 2 lembar. Setelah menunggu kira-kira 20 menit surat keterangan menjadi penduduk di keluarkan dinas kependudukan dan catatatn sipil. Di sini sudah di tetapkan biaya sebesar Rp.10.000.

Selanjutnya mengurus KK dan KTP, Isian yang di berikan oleh pak dukuh di mintakan pengesahan ke kantor desa dan selanjutnya di bawa ke kantor kecamatan. Karena di sini kita mengurus KK dan KTP maka akan di kenakan biaya Rp. 15.000, petugas di kecamatan akan memberikan nomor antrian. Setelah itu akan di panggil oleh petugasnya untuk melakukan foto untuk pas foto di KTP.Petugasnya akan menjelaskan bahwa KTP di ambil ke esokan harinya dan KK di ambil sekitar 4-6 hari dari waktu penyerahan.

Demikian pengalaman saya mengurus pindah penduduk, jika ada yang kurang jelas silahkan di tanyakan. Biasakanlah diri mengurus sendiri karena selain hemat, kita juga akan memiliki pengalaman dalam birokrasinya. Saya katakan lebih hemat karena jika saya total, biaya yang saya sebesar Rp. 50.000. Namun ada rekan saya yang minta di uruskan oleh pak dukunya membayar Rp.200.000. Bahkan RT di sebelah RT saya pernah bercerita jika untuk mengurus hal-hal seperti ini dia bisa mendapatkan Rp. 300.000 – Rp.400.000.

About Moerhadie

Berbagi, bikin hidup lebih berarti.

Posted on 26 Oktober 2011, in Lainnya. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. I am genuinely thankful to the holder of this web site who has
    shared this enormous piece of writing at here.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: