Arsip Blog

Lagu Lirik Porno Mengancam Generasi Masa Depan

Di sadari atau tidak, akhir-akhir ini kita di suguhkan dengan banyaknya kemunculan lagu-lagu dangdut (yang mereka sebut “modern”). Lagu dengan lirik-lirik yang dapat di katakan sangat berani. Mungkin hal ini di lakukan karena para pekerja seni di musik dangdut merasa kalah dengan hadirnya fenomena boyband, girlband, pop melayu yang lebih di sukai masyarakat. Namun hal ini jangan menjadi alasan untuk membuat lagu-lagu dangdut bermateriakan konten dewasa, karena lagu-lagu itu akan banyak sekali di perdengarkan di warung-warung, di televisi dan media lain. Untuk mendapatkannya juga bukan hal sulit di saat pembajakan dapat di lakukan dengan begitu mudahnya.

Pengamat musik Denny Syakri menyebutkan klo lagu berlirik porno itu jelas-jelas hanya mencari sensai saja, namun mereka tidak memikirikan dampak kedepannya. Karena lagu dengan lirik nyeleneh akan mudah di ingat oleh masyarakat, hal ini juga di amini oleh pedangdut Lia Ladista dan Ageng Kiwi. Jika mereka di larang untuk membuat lagu seperti itu, mereka akan protes jika kebebasan merekaberkarya di batasi dan lain sebagainya. Lebih parhnya lagi, mereka sering meyalahkan masayarakat bahwa masyarakatlah yang berfikiran kotor. Aapakah ini bisa di sebut karya yang baik, jika hanya mencari popularitas saja.

Perlu diingat, lagu itu tidak hanaya di dengarkan oleh orang dewasa tapi anak-anak juga mendengarkan itu. Saat mereka mendengarkan istilah yang “asing” dari lagu porno itu mereka akan bertanya”itu maksudnya apa sih?”, misalkan ketika mendengar lagu belah durennya jupe, saat dia bertanya kepada orang dewasa “belah duren itu apa?”, apa yang akan kita jawab kepada mereka?.

Hal ini membuat aktivis peduli anak Seto Mulyadi ikut angkat bicara “Tentu saja, hal itu menimbulkan dampak yang negatif bagi anak-anak, apalagi apresiasinya terhadap sebuah lagu. Mereka tentu saja tidak mengerti makna lirik lagu tersebut. Jika mereka menyanyikannya dan ditanya apa maknanya, mereka tidak bisa menjawabnya, bisa saja mendapat ejekan dari lingkungan. Hal inilah yang akan berdampak pada pribadi anak,” Memang secara tidak langsung dampaknya akan terjadi kepada si anak, namun kita tidak akan pernah tau ketika dalam benak mereka masih ada rasa penasaran untuk ingin tahu.

Pencekalan berbuah Kesuksesan

Lagu-lagu yang berisi konten dewasa sudah di cekal di beberapa daerah, terakhir KPID NTB mencekal 10 lagu di antaranya Jupe Paling Suka 69 (Julia Perez), Mobil Bergoyang (Lia MJ feat Asep Rumpi), Apa Aja Boleh (Della Puspita), Hamil Duluan (Tuty Wibowo) dan lain sebagainya. Alih-alih melarang  malah menjadikan lagu tersebut semakin populer dan menimbulkan rasa penasaran masayarakat. Mungkin hal yang perlu di lakukan adalah bukan sekedar pencekalan namun mengatur tata aturan lirik lagu yang boleh atau tidak boleh di gunakan.

Ataukah kita perlu membuat penanda khusus seperti “Parental Advisory Explicit Content” di Amerika Serikat?

%d blogger menyukai ini: